Sunyi..

Sunyi… Mungkin itu yang kini ku rasa. Aku memang tak sendiri, aku berada di tengah-tengah canda tawa mereka. Namun aku tak bisa merasakan rasa senang yang mereka ciptakan. Sebaliknya, kini aku merasa sendiri dan justru sakit ketika aku harus ikut tertawa. Seandainya bisa, aku akan mulai menjauh dari riuh suara ini. Tapi sayang, kaki ku teramat berat untuk meninggalkan semua ini.

Hingga, hanya ada hujan yang mampu menemani sunyi. Tak bisa ku pungkiri bahwa hanya hujanlah yang mampu membuat hatiku tersenyum. Ketika air mulai mengenai pipiku…maka kini aku merasa sedikit lebih nyaman. Dan hujanlah yang dapat membuatku beranjak dari ketidaknyamanan ini. Ada hal yang berbeda ketika rintik-rintiknya mulai menyentuh tanah. Ada kedamaian yang amat aku rasakan.

Miris memang, ketika aku hanya bisa nyaman saat hujan datang. Sedangkan ada di luar sana ada banyak pohon yang menawarkan keteduhan.Tapi inilah diriku yang sebenarnya, aku tak akan merasa nyaman hanya karena orang lain nyaman berada bersamanya. Pikir dan rasaku amatlah sulit untuk terbaca. Seringkali aku ingin mencari tempat untuk berteduh. Agar aku merasa lebih nyaman dan aman. Namun sering pula aku ingin bebas merasakan hujan yang begitu deras. Tanpa adanya batasan, tanpa adanya kekhawatiran.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s