Penantian

Karena semua adalah penantian. Dalam sebuah kehidupan penantian adalah satu warna terindah yang Tuhan berikan kepada kita. Tuhan ciptakan penantian agar kita mengetahui makna dibalik sebuah penantian. Sejak sebelum lahir kita telah diajarkan bagaimana kita harus bersabar dalam menantikan sesuatu. Saat kita masih dalam kandungan setiap manusia pasti menanti untuk dilahirkan. Begitu pula kehidupan kita yang selanjutnya, kita akan sangat sering dipansangkan dengan penantian.

Menanti memanglah bukan hal yang menyenangkan bagi siapapun itu. Tak ada raja atau ratu penantian yang mampu bertahan dalam kebahagiaan. Setiap insan yang sedang menanti, pastilah akan merasakan kegundahan teramat dalam. Kegelisahan yang setiap hari akan menggerogoti pikiran insan yang sedang menanti adalah sebuah kewajaran. Tak akan ada hal yang indah bila Tuhan menciptakan semuanya dengan kemudahan. Mungkin kata – kata itu tepat untuk menggambarkan alasan mengapa ad asebuah penantian.

Tanpa kita sadari kita telah belajar arti mengerti dengan adanya penantian. Dan hanya dengan penantian kita akan mampu memahami arti sebuah kedewasaan. Tercipta dengan sendirinya membuat kita mulai terlatih untuk menahan ego yang sering kita lontarkan. Sebelum bertemu dengan penantian, aku bahkan tak mengerti mengapa aku harus bertahan. Namun setelah aku berteman dengan penantian, aku mulai mengerti mengapa aku harus bertahan. Dengan penantiaanlah aku mulai mengerti bahwasanya dia begitu berarti dimataku.

Rindu memanglah bukan hal yang aneh saat kita sedang berteman dengan penantian. Keinginan – keinginan itu pun akan selalu hadir dalam setiap penantian. Namun yang perlu kita mengerti adalah sebuah penantian akan hancur apabila kita memaksakan keinginann tersebut. Yang aku mengerti hanya satu, bahwasanya apa yang kita inginkan tersebut sejatinya adalah racun terbesar dalam sebuah penantian. Dan saat seperti itu maka hilangkan lah racun itu hingga akan ada obat yang kan menyembuhkan. Bagiku tak ada obat yang begitu menenangkan kecuali berpasrah kepadanya. Karena dengan berpasrah maka kita akan terus menanti dalam kedamaian.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s