“Keanehan”

Bila kau tanya mengapa aku dapat bertahan, maka dengan yakin aku akan menjawab ” Aku tak pernah tahu mengapa aku bias bertahan. Namun, ada alasan yang tak tentu yang membuatku tetap bertahan”. Jika kau tanya apa alasannya? Maka tak akan pernah terjawab pertanyaan itu. Sedari dulu telah kucoba mencari jawaban, mengapa aku bisa bertahan dalam “keanehan” ini. Namun tak kunjung ku temukan apa arti dari semua ini. Aku terus bertahan dalam diamku tanpa harus memaksamu terus hadir. Aku terus bertahan dalam kesunyian meski banyak kebersamaan yang ditawarkan. Aku tetap bertahan dalam kegundahan meski banyak yang menawarkan ketentraman. Jujur aku tak pernah tahu mengapa aku bisa seprti ini.

Tak bisa ku pungkiri bila banyak dari mereka yang terus menawarkan ketentraman dalam sebuah naungan. Namun aku tak bisa untuk berpaling. Pernah ku mencoba hingga ingin segera pergi dari “keanehan” ini. Namun aku benar-benar tak sanggup. Pikirku tak begitu mudah untuk segera pergi. Nampaknya “keanehan” itu telah membuatku nyaman untuk bertahan. Bagaimana bisa “keanehan”  yang Nampak tak menyenangkan kini berubah menjadi kebutuhan? Mungkin bukan hanya aku yang merasakannya, banyak orang diluar sana yang mungkin sama dengan diriku. Nyaman bertahan dalam “keanehan” yang menenangkan.

Sekali lagi “keanehan” ini begitu sulit untuk ditepis. Begitu sakit untuk dipalingkan walu hanya sekejap. Kini aku lebih memilih untuk bertahan dan tetap diam dalam “keanehan” ini. Aku tak lagi peduli dengan perkataan mereka yang tak begitu mengerti dengana apa yang kini ku rasa. Dan aku yakin bila mereka tahu apa yang sedang aku rasa, maka mereka kan memilih untuk bertahan. Dan selalu aku yakini bahwa pada saatnya nanti setiap insan akan meraskaan “keanehan” ini. Dimana pada saat itu mereka tak mampu untuk memalingan wajahnya hanya untuk sesaat, mereka tak akan mampu lagi untuk berpaling walau ada banyak hati yang menawarkan ketentraman. Karena ada “keanehan” itu yang membuat kita untuk terus bertahan dan menunggunya dalam ketentraman.

” Jika kau bertanya mengapa aku bisa bertahan. Maka aku tak akan pernah tahu mengapa aku bisa bertahan”

“Karena kini keanehan itu telah membuatku nyaman untuk bertahan”

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s